BREBES – RSUD Brebes melalui Instalasi Diklat dan Litbang menyelenggarakan In House Training (IHT) Code Blue dan Tim Reaksi Cepat Bantuan Hidup Lanjut (BHL) selama tiga hari, Selasa–Kamis, 15–17 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula RSUD Brebes ini diikuti oleh tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim Code Blue dan Tim Reaksi Cepat (TRC).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi RSUD Brebes, dr. Min Athoillah, Sp.JP, (K) FIHA.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya RSUD Brebes untuk memperkuat kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis, khususnya henti jantung dan henti napas (cardiac arrest).
Kegawatdaruratan medis membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, terkoordinasi, serta sesuai dengan kompetensi petugas. Dalam kondisi henti jantung dan henti napas, keberhasilan pertolongan sangat dipengaruhi oleh kecepatan mengenali kondisi pasien, aktivasi sistem kegawatdaruratan rumah sakit, pelaksanaan resusitasi yang berkualitas, defibrilasi dini pada kondisi yang sesuai, pemberian terapi berdasarkan algoritme, serta koordinasi antaranggota tim.

Perkuat Respons Code Blue dan Tim Reaksi Cepat
Code Blue merupakan sistem respons kegawatdaruratan di rumah sakit yang dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap pasien yang mengalami henti jantung maupun kondisi kegawatdaruratan yang mengancam jiwa.
Efektivitas sistem tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga membutuhkan kesiapan sistem, kejelasan peran dan tanggung jawab, komunikasi efektif, koordinasi antarpetugas, ketersediaan peralatan, serta kemampuan Tim Reaksi Cepat dalam melaksanakan Bantuan Hidup Lanjut.
Kepala Bidang Keperawatan RSUD Brebes, Mudiharso, S.Kep., Ns., MH.Kes., mengatakan:
“Kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan merupakan bagian penting dari pelayanan rumah sakit. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap petugas yang tergabung dalam Tim Code Blue maupun Tim Reaksi Cepat memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga ketika terjadi kegawatdaruratan dapat memberikan respons secara cepat, tepat, sistematis, dan terkoordinasi.”
“Penguatan kompetensi ini diharapkan dapat mendukung keselamatan pasien sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan di RSUD Brebes.”
Pembelajaran Teori dan Praktik
IHT dilaksanakan dengan materi yang tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga demonstrasi dan praktik. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Early Warning System (EWS), termasuk pembagian lokasi Code Blue dan dokumentasi Code Blue. Materi Code Blue kemudian dilanjutkan dengan praktik demonstrasi.
Sementara pada hari kedua dan ketiga, peserta mendapatkan materi EWS, Code Blue, Standar Operasional Prosedur (SOP) Tim Reaksi Cepat, dokumentasi TRC, serta praktik Code Blue.
Kasubbag Pengembangan Mutu SDM, Diklat & Litbang RSUD Brebes, Ns. Afiyah Hidayati, M.KM., mengatakan:
“IHT ini menjadi salah satu upaya pengembangan kompetensi sumber daya manusia di RSUD Brebes. Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai konsep Code Blue, tetapi juga dilatih untuk memahami alur respons, pembagian peran dalam tim, komunikasi efektif, serta penerapan keterampilan melalui praktik.”
“Dengan pembelajaran yang dilakukan secara terstruktur, kami berharap kompetensi yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari dan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu serta keselamatan pasien.”
Diikuti Tim Code Blue dan Tim Reaksi Cepat
Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, peserta IHT berasal dari Tim Code Blue dan Tim Reaksi Cepat RSUD Brebes dengan target 100 peserta. Pada hari pertama kegiatan diikuti Tim Code Blue sebanyak 30 orang, sedangkan hari kedua dan ketiga masing-masing diikuti Tim Reaksi Cepat sebanyak 40 orang.
Selain kemampuan teknis, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan teamwork, komunikasi efektif, pembagian tugas, pengenalan irama jantung yang memerlukan defibrilasi, penggunaan defibrilator, pelaksanaan intervensi sesuai kewenangan dan kompetensi, dokumentasi, serta evaluasi pascakejadian.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi RSUD Brebes, dr. Min Athoillah, Sp.JP, (K) FIHA, yang membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan:
“Penanganan kegawatdaruratan, khususnya henti jantung dan henti napas, membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Setiap anggota tim perlu memahami tugasnya sehingga tindakan dapat dilakukan secara sistematis tanpa kehilangan waktu yang sangat berharga bagi pasien.”
“Melalui pelatihan ini, diharapkan Tim Code Blue dan Tim Reaksi Cepat semakin siap dalam memberikan respons kegawatdaruratan sesuai kompetensi, prosedur, dan prinsip keselamatan pasien.”
Mendukung Keselamatan Pasien
Pelaksanaan IHT Code Blue dan Tim Reaksi Cepat BHL merupakan bagian dari upaya RSUD Brebes dalam meningkatkan kesiapan sumber daya manusia menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Secara khusus, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, kesiapsiagaan, serta kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan respons Code Blue dan Bantuan Hidup Lanjut secara cepat, tepat, sistematis, dan terkoordinasi untuk mendukung keselamatan pasien.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami mekanisme sistem Code Blue, kriteria dan prosedur aktivasi, peran Tim Reaksi Cepat, melakukan pengenalan dini terhadap pasien yang mengalami perburukan kondisi, melaksanakan Bantuan Hidup Dasar secara berkualitas, memahami prinsip Bantuan Hidup Lanjut, serta menerapkan komunikasi dan pembagian peran dalam tim.
Peserta juga diharapkan mampu melakukan resusitasi secara terkoordinasi, mendokumentasikan tindakan, serta melakukan evaluasi pascakejadian sebagai bagian dari peningkatan mutu sistem Code Blue di RSUD Brebes.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, RSUD Brebes terus mendorong terciptanya sistem pelayanan kegawatdaruratan yang responsif, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
RSUD Brebes — Mitra Untuk Sehat, Melayani Dengan Sepenuh Hati.
