BREBES – RSUD Brebes terus berkomitmen meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi kondisi kedaruratan. Salah satunya melalui pelaksanaan In House Training (IHT) “Kesiapsiagaan Tanggap Darurat: Teknik Penggunaan APAR dan Hydrant di Rumah Sakit” yang dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB tersebut dilaksanakan di Ruang Aula dan Lapangan Gajah RSUD Brebes. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan sumber daya manusia rumah sakit dalam menghadapi kondisi kedaruratan, khususnya kebakaran.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST., M.H., didampingi Kepala Bagian Perencanaan, Anggia Rahmadian Wardami, S.KM., Kabag Umum dan TU, Imam Purwanto, S.Kep.Ns., serta Kasubag Pengembangan Mutu SDM dan Diklat, Afiyah Hidayati, S.Kep.Ns., M.KM.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Imam Budi Santoso menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur di rumah sakit.
“Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan yang beroperasi selama 24 jam dan memiliki berbagai potensi risiko. Oleh karena itu, setiap sumber daya manusia perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat. Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan memahami teori, tetapi juga harus dibangun melalui latihan dan kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, dan aman,” ujarnya.
![]()
Menurut Imam, kemampuan menggunakan sarana proteksi kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan hydrant merupakan bagian penting dalam upaya perlindungan terhadap pasien, petugas, pengunjung, serta seluruh aset dan fasilitas rumah sakit.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh. Ketika terjadi kondisi darurat, setiap detik sangat berarti. Kesiapan dan kemampuan kita dalam melakukan tindakan awal dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama,” tambahnya.
![]()
Sebanyak 72 peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga nonkesehatan RSUD Brebes mengikuti kegiatan tersebut. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya proteksi kebakaran di rumah sakit dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.
Rumah sakit memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang kompleks, mulai dari keberadaan pasien dengan tingkat ketergantungan yang beragam, penggunaan peralatan medis, instalasi listrik, gas medis, hingga berbagai fasilitas yang memerlukan perhatian terhadap aspek keselamatan. Kondisi tersebut menjadikan kesiapsiagaan terhadap kebakaran sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan dan keberlangsungan pelayanan.

Melalui kegiatan In House Training ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam mengoperasikan alat proteksi kebakaran secara cepat, tepat, dan aman serta meningkatkan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di lingkungan RSUD Brebes. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan yang aman dan selamat atau safe hospital.

Kegiatan pelatihan menghadirkan materi mengenai pentingnya proteksi kebakaran di rumah sakit dan pengaplikasiannya, serta materi kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di RSUD Brebes. Pelaksanaan kegiatan melibatkan narasumber dari unsur pemadam kebakaran yang memberikan penguatan pengetahuan kepada peserta mengenai aspek proteksi dan kesiapsiagaan kebakaran.

Melalui kegiatan ini, RSUD Brebes berharap kesiapsiagaan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi budaya yang diterapkan oleh seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kesiapsiagaan yang baik dimulai sebelum keadaan darurat terjadi. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan kerja sama seluruh unsur, RSUD Brebes terus berupaya mewujudkan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman, tanggap, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta seluruh pengguna layanan.



