Brebes – Instalasi Diklat dan Litbang RSUD Brebes berhasil menyelenggarakan Workshop Optimalisasi Kompetensi Tenaga Kesehatan Jejaring dalam Penanganan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal PONEK RSUD Brebes Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti 26 tenaga kesehatan dari jejaring pelayanan kesehatan primer ini berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, 14-15 September 2026, dengan metode blended (online dan offline).

Workshop ini digelar sebagai upaya memperkuat sistem rujukan maternal-neonatal di wilayah Brebes. Latar belakang kegiatan adalah masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang sebagian besar disebabkan oleh kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Sebagai rumah sakit PONEK, RSUD Brebes memegang peran strategis sebagai pusat rujukan. Keberhasilan penanganan kasus sangat bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan di puskesmas, klinik, praktik mandiri bidan, dan fasilitas kesehatan jejaring lainnya dalam melakukan deteksi dini, stabilisasi pasien, komunikasi rujukan, serta tata laksana awal sebelum pasien dirujuk.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid. Hari pertama (14 September 2026) berlangsung daring melalui Zoom Meeting, sementara hari kedua (15 September 2026) digelar secara luring di Ruang Kelas Kordik RSUD Brebes. Waktu pelaksanaan setiap harinya pukul 07.30–14.30 WIB. Materi yang disampaikan meliputi Pre-Eklampsia/Eklampsia, Perdarahan Post Partum, serta Deteksi dan Penanganan Asfiksia serta Resusitasi Neonatus. Pada hari kedua peserta langsung praktik hands-on: tatalaksana eklampsia, resusitasi neonatus, serta teknik KBI, KBE, dan pemasangan balon kateter pada kasus perdarahan post partum.

Narasumber yang hadir adalah dokter spesialis RSUD Brebes, yaitu dr. Cony Kusumawardani, Sp.OG; dr. Ceza Kautsar Lasera, Sp.OG; dan dr. Ratna Dwi Sunhaya, Sp.A. Peserta terdiri dari dokter, ners, perawat vokasi, dan bidan (profesi maupun vokasi) yang berasal dari jejaring RSUD Brebes. Workshop ini sepenuhnya gratis dan bertujuan agar peserta mampu menjelaskan konsep dasar pelayanan PONEK, mengenali tanda bahaya maternal-neonatal, melakukan stabilisasi sebelum rujukan, serta melaksanakan tata laksana awal kegawatdaruratan maternal dan neonatal sesuai standar.

dr. Susilowati, MARS, Kepala Bidang Medis RSUD Brebes, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Workshop ini sangat penting untuk memperkuat jejaring PONEK kami. Dengan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di fasilitas primer, kami berharap proses rujukan menjadi lebih tepat, cepat, dan aman. Tujuannya jelas: menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Brebes melalui penanganan yang terstandar sejak di fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan post-test dan evaluasi. Melalui workshop berbasis praktik dan simulasi ini, RSUD Brebes berkomitmen terus memperkuat sistem rujukan maternal-neonatal serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Brebes.
